Jumat, 04 September 2020

MENJEMPUT MALAM

Seorang anak yang rindu kehadiran Tuhannya

Tidak seperti usia anak pada umumnya

yang masih suka bermain kesana-kemari

Demi mencapai kesenangan diri


Banyak untaian caci-maki yang ia hadapi

Hingga ia dapat mengerti arti kedewasaan diri

Pendewasaan yang cukup dini

Ia syukuri dengan penuh memuji


Di tengah malam yang sunyi

Ia datang dalam sebuah mimpi

Mimpi yang terus menghantui

Saat itu pula ia mendengar suara yang berderai


Ia terbangun dan beranjak dari peraduan

Menjemput malam yang selama ini ia rindukan

Akhirnya malampun mempertemukan

Lailatul Qadar datang dan singgah menyaksikan


Dengan penuh harap, do'a ia lantunkan

Begitu tenang dalam hangat dekapan

Jalan lurus ia temukan, tanpa ada sedikit belokan

Hingga dipertemukan dengan Tuhan yang ia rindukan


Sedikit cerita saja tentang tulisan ini, sebenarnya tulisan ini sudah pernah aku upload di akun media sosial ku yang lain yakni Instagram dan ada beberapa redaksi yang berbeda dengan yang kutulis sekarang. Aku menulisnya tanggal 12 November 2018 kiranya berselang beberapa hari setelah pulang PPL dari PSQ (Pusat Studi Quran), tepatnya aku dan teman-teman mukim di Pondok Pesantren Bayt al-Quran dibawah asuhan Habib Ali. 1 Minggu sebelum kembali ke Tulungagung aku dapat sebuah buku dari salah satu Ustadz disana, bukunya berisi tentang sekumpulan cerpen dengan beragam kisah menarik yang inspiratif bahkan ada salah satu dari cerpen itu ditulis oleh seorang novelis yang namanya sudah tak asing lagi di telinga para pecinta novel, terutama genre romance islami yakni Adly Al-Fadlly Usmunie. Pada intinya cerpen karya Adly Al-Fadlly Usmunie ini sangat menarik dan inspiratif bahkan pembaca dibawa masuk dalam sebuah alur cerita yang sangat intens, kalau dikata anak milenial zaman now,,, "Awas Hati-Hati Cerpen ini Mengandung Bawang"... dan yah aku sampai meneteskan air mata saat membacanya dan dari situ juga aku ingin mengabadikannya biar aku tetep ingat momen itu. 


Terimakasih untuk Ustadz Royhand Firdaus yang sudah memberikan buku kumpulan cerpen inspiratif ini pada saya dan buku ini sangat bermanfaat sekali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

STIGMA

Kedua insan dipertemukan Tanpa ada janji yang beralasan Saling menyapa dan mengenal Perhatian pun dicurahkan Hingga hati jatuh dalam...